Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Senin, 14 Juli 2014
Manusia
dan Kebudayaan
MANUSIA
Manusia
di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan
dapat dipandang dari
banyak segi. Dalarn
ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel
atom yang membentuk
jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia),
manusia merupakan
kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sarna lain
dan merupakan
kumpulan dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan mahluk biologis
yang yang tergolong
dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial,
manusia merupakan
mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan
setiap kegiatan, sering disebut homo economicus
(ilmu ekonomi). manusia merupakan mahluk
sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi).
mahluk yang selalu ingin mempunyai
kekuasaan (politik). mahluk yang berbudaya, sering
disebut homo-humanus (filsafat). dan
lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita
jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur
yang membangun manusia
1)
Manusia itu terdiri dari
empat unsur yang saling terkait, yaitu:
a.
Jasad, yaitu : badan kasar
manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan
difoto, dan menempati ruang dan waktu (
hal 62)
b. Hayat, yaitu : mengandung
unsur hidup, yang ditandai dengan gerak (hal 66)
c. Ruh, yaitu : bimbingan
dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan
memahami kebenaran, suatu kemampuan
mencipta yang bersifat konseptual yang
menjadi pusat lahirnya kebudayaan (hal
77)
d. Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran
tentang diri sendiri (hal 79).
( Asy'arie, 1992 hal : 62-84)
2)
Manusia sebagai satu
kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.
Biologis (Id), yang
merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak, Id
merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional
dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses
ketidaksadaran
(unconcious). Terkukung dari realitas dan pengaruh sosial, Id
diatur oleh
prinsip kesenangan. mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus
dipenuhi baik
secara langsung melalui pengalaman seksual, atau
tidak langsung
melalui
mimpi atau khayalan,
b. Ego,
merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari
Id,
seringkali disebut sebagai kepribadian "eksekutif" karena peranannya
dalarn
menghubungkan
energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang
lain.
c. Superego, merupakan struktur kepribadian
yang paling akhir, muncul kita-kira pada
usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang
secara internal
dalam diri
individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego.
merupakan
kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah
agen yang
mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan
asimilasi dari
pandangan-pandangan orang tua. Kesadaran membentuk aspek negatif dari superego.
dan
menentukan hal-hal mana yang termasuk dalam katagori
tabu. yang mengatur
bahwa
penyimpangan dari aturan tersebut akan menyebabkan dikenakannya sangsi.
Superego
dan Id berada dalam kondisi konflik langsung. dan ego menjadi penengah
atau
mediator. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu
menghasilkan kontrol diri melalui sistem
imbalan dan hukuman yang terintemalisasi.
(Freud. dalam Brennan. 1991; hal 205-206)
Dari uraian di atas
dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan
antara tindakan dan
usur-unsur manusia. Seringkali, misalnya orang yang senang terhadap
penyimpangan
terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih
dikendalikan oleh
Id dibanding super ego-nya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada
manusia, misalnya
orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka
umum, dapat
diterangkan dengan mengacu pada unsur nafs (kesadaran diri) yang dimiliki
oleh manusia.
Kesemua unsur tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah
laku
manusia.
HAKEKAT MANUSIA
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai
satu kesatuan
yang utuh.
Tubuh
adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa,
wujudnya konkrit tetapi tidak
abadi. Jika manusia
itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh,
tidak dapat
dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi.jika manusia
meninggal,
jiwa lepas dari
tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan
jiwa tidak mengalami
kehancuran. Jiwa
adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber
kehidupan.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan
dengan mahluk lainnya.
Kesempumaannya
terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh
Penciptanya dengan
akal, perasaan,dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia rnampu menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Perasaan rohani
adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia
misalnya :
1) Perasaan
intelektual. yaitu perasaan yang
berkenaan dengan pengetahuan.
2) Perasaan estetis.yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
3) Perasaan etis. Yaitu perasaan yang berkenaan dengan
kebaikan.
4) Perasaan diri. yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada
kelebihan
dari yang lain.
5) Perasaan sosial, yaitu perasaan
yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan
orang lain.
6) Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan
C. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia
adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan
budayawi. Sebagai
mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi
atau faal,
biokimia. psikobiologi. patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan
sebagainya. Sebagai
mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi - segi :
kemasayarakatan, kekerabatan, psikologi
sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan
sebagainya.
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat
dengan Iingkungan ekologi, mempunyai
kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Hidup
manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis
dan religius. Dengan kehidupan
estetis, manusia
mampu menangkapkan sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan
mengungkapkan
kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian
yang indah. Dengan etis,
manusia
meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi
dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan
religius, manusia menghayati
pertemuannya dengan
Tuhan.
Semakin
dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula menuju
kesempurnaan
dan semakin jauh ia
di lepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin
mendalam penghayatan
terhadap Tuhan
semakin bermakna pula kehidupannya, dan akan terungkap pula kenyataan
manusia individual
atau kenyataan manusia subyektif yang memiliki harkat dan martabat
tinggi.
KEPRIBADIAN
BANGSA TIMUR
Francis
L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam
dirinya keahlian di
dalam ilmu antropologi. ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan
dna k1asik. Karya
tulisnya berjudul Psychological Homeostatis
Cina K1asik. Majalah American
Anthropologist. jilid
73 tahun 1971. halaman 23-24.
Ilmu
psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana
konsep individu
itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa
manusia
dengan terlampau
banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan
analisis
tersendiri.
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Apabila
kita berbicara tentang kebudayaan, maka kita langsung berhadapan dengan
pengertian
istilahnya. Pengertian kebudayaan menyangkut bermacam-rnacam definisi yang
telah dipikirkan oleh
sarjana-sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia.
Dua
orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw
Malinowski
mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat
di dalam masyarakat
ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Herkovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan
yang turun temurun
dari generasi ke generasi hidup terus.
Kebudayaan
jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah
yang berarti budi
atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere. yang
berarti mengolah
tanah. jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai "segala sesuatu
yang dihasilkan
oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau
tempat tinggalnya.,
atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan
dan mempertahankan
hidupnya di dalam lingkungannya ". Budaya
dapat pula diartikan sebagai
himpunan pengalaman
yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan
secara sosial, yang
merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu (Keesing, jilid I. 1989;
hal 68)
Kebudayaan
adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral,
hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan - kebiasaan
yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo
Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua
hasil karya, rasa
dan cipta masyarakat.
Sutan
Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari
cara berpikir, hal
ini amat luas apa yang disebut kebudayaan sebab semua laku dan perbuatan
tercakup di
dalamnya, dan dapat diungkapkan
pada basis dan cara
berpikir, perasaan juga
maksud pikiran.
Koentjaraningrat
mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan
gagasan dan karya
manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta
keseluruhan dari
hasil budi pekertinya.
A.L
Krober dan C.Kluckhon mengatakan, bahwa kebudayaan adalah menifestasi
atau penjelmaan
kerja jiwa manusia dalam arti seluas-Iuasnya.
C.A.Van
Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai
manifestasi
kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang,
berlainan dengan
hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam,
melainkan selalu
mengubah alam.
UNSUR - UNSUR KEBUDAYAAN
Untuk
lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang
menyangkut
kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang dimaksud dengan
unsur disini adalah
apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih
mengandung makna
totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di
dalamnya.
Kebudayaan
setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun
unsur-unsur kecil
yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan.
Misalnya dalam
kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti umpanya Majelis
Permusyawaratan
Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir, kancing,
baju, peniti dan
lain-lainnya yang
dijual di pinggir jalan.
C.Kluckhohn
di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture
mengemukakan, bahwa
ada tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :
1. Sistem
Religi (sistem kepercayaan).
Merupakan
produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang memiliki
kecerdasan pikiran
dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat
kekuatan lain yang
maha besar.
2. Sistem
organisasi kemasyarakatan.
Merupakan
produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya
lemah, namun
memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia
bekerja sama untuk
meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem
pengetahuan.
Merupakan
produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan
dapat diperoleh
dari pemikiran
sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusia
mengingat- ingat
apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang
lain melalui
bahasa.
4. Sistem mata
pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
Merupakan
produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan
manusia secara umum
terus meningkat
5. Sistem Teknologi dan
Peralatan.
Merupakan
produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirarmya
yang cerdas dan
dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan
erat,manusia dapat
membuat dan mempergunakan alat.
6. Bahasa.
Merupakan produk
dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada
mulanya diwujudkan
dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam
bentuk bahasa
lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
7. Kesenian.
Merupakan hasil
dari manusia sebagai homo aestetieus. Setelah
manusia dapat
mencukupi kebutuhan
fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan.
Manusia bukan lagi
semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu
pandangan mata yang
indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui
kesenian,
WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi
wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1.
Kompleks
gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat
dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia
yang menganutnya. atau dengan perkataan lain. dalam
alam pikiran warga masyarakat dimana
kebudayaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas
:
Berupa aktivitas
manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau
diobservasi. Wujud
ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas
manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan. serta bergaul satu dengan yang
lain dari detik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut
pola-pola tertentu
yang berdasarkan
adat tata kelakuan.
3. Wujud sebagai
benda :
Aktivitas manusia
yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan
sebagai hasil karya
manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut
menghasilkan benda
untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan
dalam bentuk fisik
yang kongkret bisa
juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada
benda yang
bergerak.
Semua
unsur budaya dapat dipandang dari sudut ketiga wujud masing-masing tadi.
Sebagai contoh
STMIK / STIE Gunadarma. Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi, sekolah
tinggi tersebut merupakan suatu unsur dalam rangka kebudayaan Indonesia sebagai
keseluruhan. Maka oleh karena itu sekolah tinggi dapat merupakan suatu unsur
kebudayaan yang ideal, yang pada khususnya terdiri dari cita-cita Sekolah tinggi,
norma-norma untuk para karyawan, dosen, atau mahasiswanya. tata tertib ujian,
pandangan-pandangan baik yang bersifat ilmiah maupun yang populer. dan
sebagainya. Sebaliknya, STMIK / STIE Gunadarma juga terdiri dari suatu rangkaian
aktivitas dan tindakan dimana manusia saling berhubungan atau berinteraksi
dalam hal melaksanakan berbagai macam kegiatan. Ada
yang memberi kuliah, ada yang mencatat, ada yang meminjam buku, ada yang
mengetik sural.
ORIENTASI NILAI BUDAY A
Kebudayaan
sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhohn dalam
karyanya Variations
in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan
di dunia, secara
universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup manusia ( MH )
Hakekat
hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem; ada yang berusaha
untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan
tertentu menganggap
hidup sebagai suatu hal yang baik, "mengisi
hidup"
2. Hakekat karya manusia ( MK )
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang
beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup. karya memberikan kedudukan atau
kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu manusia ( WM )
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang
berpandangan mementingan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan
untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakekat alam manusia ( MA
)
Ada
kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau
memanfaatkan
alam semaksimal mungkin. ada pula kebudayaan yang beranggapan
manusia
harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada Alam
5. Hakekat hubungan manusia ( MN )
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan
manusia. baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal
(orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis ( menilai tinggi
kekuatan sendiri ).
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat
dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun
Masyarakat dan
kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat
lainnya.
Tidak
ada kebudayaan yang statis,semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
Gerak kebudayaan
sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang
menjadi wadah
kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan
hubungan-hubungan dengan
manusia lainnya.Artinya,karena terjadi hubungan antar kelompok
manusia di dalam
masyarakat.
Terjadinya
gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal
dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya
perubahan
jumlah dan komposisi penduduk.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan
alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat
yang
hidupnya terbuka. yang berada dalam jalur-jalur
hubungan dengan masyarakat
dan
kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Proses
akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa
silam. Biasanya
suatu masyarakat
hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka
terjadi
hubungan-hubungan. mungkin dalam lapangan perdagangan. pemerintahan dan
sebagainya. Pada
saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses
migrasi
besar-besaran. dahulu kala. mempermudah berlangsungnya
akulturasi tersebut.
Beberapa masalah
yang menyangkut proses tadi adalah :
A. Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang mudah diterima.
B. Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
C.
Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang barn.
D. Ketegangan-ketegangan
apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut
1. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan
asing yang mudah diterima adalah :
a. Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan
yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi
masyarakat yang menerimanya. Contohnya alat
tulis menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat.
b. Unsur-unsur yang terbukti
membawa manfaat besar, misalnya radio. komputer,
telephone
yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.
c. Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan
dengan keadaan masyarakat yang
menerima
unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi yang dengan biaya
murah
serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan untuk
memperlengkapi
pabrik -pabrik penggilingan.
2. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit
diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :
a. Unsur yang
menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidu dan
lain-lain.
b. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama
proses sosialisasi. Contoh yang
paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Nasi
sebagai makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia
sukar sekali diubah dengan makanan pokok yang lainnya.
3. Pada umumnya generasi muda
dianggap scbagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur
kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi.
Sebaliknya generasi
tua,
dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima
unsur baru.
4. Suatu masyarakat
yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang
sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
yang terjadi. Perubahan-perubahan masyarakat dianggap oleh golongan tersebut
sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.
Berbagai
faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan
baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan
kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu
kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat
dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami
hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran
agama yang berlaku.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan
proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya
sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika
sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan
yang
menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki
skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan
mudah
dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara
sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai
perilaku
kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi
apakah sesederhana
itu hubungan keduanya ?
Dalam sosiologi
manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal, maksudnya bahwa
walaupun keduanya
berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan. dan
setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia
agar sesuai dengannya. Tampak
bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh
sederhana yang
dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan
kemasyarakatan, Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh
manusia. setelah peraturan itu
jadi maka manusia
yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri
itu.
Dari
sisi lain. hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara
dengan hubungan
antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. maksudnya
saling terkait satu
sarna lain.
Proses dialektis ini
tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan
dirinya dengan membangun
dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat
menjadi kenyataan buatan manusia
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana
masyarakat menjadi realitas obyektif. yaitu suatu
kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan
manusia. Dengan demikian
masyarakat
dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk
perilaku
manusia.
3. Intemalisasi. yaitu proses dimana masyarakat disergap
kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya
sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia
menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Manusia
dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan
hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan
kebudayaan. Manusia
mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :
1. Penganut Kebudayaan
2. Pembawa Kebudayaan
3. Manipulator Kebudayaan
4. Pencipta Kebudayaan