Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Sabtu, 23 Januari 2016
11.
Jelaskan cara Polar
Encoding ?
Polar
Encoding NRZ (Non Return to Zero)
NRZ-L (Non Return to
Zero-Level) Menggunakan 2 level nilai (+,-) 0 dan 1 menyatakan 2 voltase yang
berbeda
NRZ-I (Non Return to
Zero-Invert in one) Menggunakan 2 level nilai (+,-) 0=tidak ada transisi;
1=transisi di awal bit
Polar
Encoding RZ (Return to Zero)
Menggunakan 3 level
Nilai(+,0,-)
Transisi ke high atau
low di awal tiap-tiap bit, kemudian kembali ke 0
Polar
Encoding-Biphase
Manchester Menggunakan
2 level nilai (+,-)
1=transisi dari low to
high
0=transisi dari high to
low
Differential Manchester
Menggunakan 2 level nilai (+,-)
1=tidak ada transisi di
awal bit
0=ada transisi di awal
bit
22.
Jelaskan cara
Unipolar Encoding ?
Unipolar Encoding
Merupakan Metode
paling sederhana menggunakan 2 level (+,0).
Kelemahan: Stream bit
data 1 atau 0 yang panjang dapat menyebabkan masalah sinkronisasi.
33.
Jelaskan cara
Bipolar Encoding ?
Bipolar Encoding AMI (Alternate Mark Invision)
Menggunakan 3
level nilai (+,-,~)
0=Tidak ada
garis sinyal (0 volt)
1=nilai positif
dan negatif secara bergantian
Bipolar With 8 Zeros Substitution (B8ZS)
Digunakan jika
terdapat 8 deretan bit 0 berturut-turut, menggunakan pelanggaran (violation)
Jika 8 bit 0 dan
pulse voltase terakhir positif, maka Encoce sebagai 000+-0-+
Jika 8 bit 0 dan
pulse voltase terakhit negatif, maka Encode sebagai 000-+0+-
Bipolar Encoding High Density Bipolar 3 Zeros (HDB3)
String dengan 4
bit 0 ditempati dengan 2 macam pulse
Lihat banyaknya
bit “1″ setelah last violation (ganjil atau genap)
Jika tidak ada
“1″ setelah last violation (misal 0000 kemudian 0000, maka asumsikan “1″nya
genap
Refrensi :